JAKARTA — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran tetap aman meskipun situasi unjuk rasa di negara tersebut memanas dan memakan puluhan korban jiwa.
"Sejauh ini belum ada laporan insiden apa pun terhadap WNI di Iran," ujar Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, Sabtu (10/1/2026).
Pernyataan itu sekaligus menegaskan kesiapan pemerintah untuk terus memantau perkembangan situasi di negeri yang tengah dilanda protes besar‑besaran.
Baca Juga: Trump Sebut Iran dalam Masalah Besar, Peringatkan Otoritas: Jangan Tembak Demonstran Nabyl menyebut Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran secara intensif memantau kondisi warga dan situasi setempat.
Dia menambahkan bahwa suasana pagi ini terbilang mulai normal, meski ketegangan tetap ada.
"KBRI Teheran terus memantau situasi setempat. Situasi pagi ini tampak mulai normal," katanya.
Gelombang demonstrasi di Iran sendiri telah berlangsung lebih dari satu pekan akibat berbagai persoalan, termasuk tekanan ekonomi dan valuasi mata uang yang anjlok.
Perkembangan terakhir menunjukkan jumlah korban tewas dalam gelombang protes terus bertambah dan unjuk rasa telah menyebar ke ratusan lokasi di seluruh provinsi.
Menurut laporan kelompok pemantau Iran Human Rights Activists News Agency (HRANA), hingga 9 Januari 2026 korban tewas dalam protes mencapai puluhan orang, termasuk demonstran dan petugas keamanan.
Demonstrasi itu dilaporkan terjadi di ratusan titik di 31 provinsi, dengan ribuan orang ditahan serta puluhan lainnya terluka.
Meski dinamika di Iran masih terus berubah dan bisa memunculkan risiko keamanan, pemerintah Indonesia melalui Kemlu dan KBRI Teheran berkomitmen menjaga keselamatan warganya dan siap memberikan bantuan jika diperlukan.*