SABANG – Cuaca buruk melanda perairan Sabang, menghambat distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, ke Pulau Sabang.
Kapal pengangkut LPG terpaksa kembali ke pelabuhan akibat gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan awak kapal dan muatan, Kamis (8/1).
Munazar Ismail, agen LPG wilayah Sabang, yang akrab disapa Cicik, mengatakan pihaknya telah dua kali mencoba berlayar, namun gagal.
Baca Juga: Subsidi LPG 3 Kg Disasar Tepat, Pemerintah Batasi Penjualan untuk Desil Tertentu "Kami sudah mencoba dua kali menerobos lautan menuju Sabang, tapi gagal. Gelombang tinggi membuat pelayaran sangat berisiko. Kapal terpaksa kembali ke Lampulo. Kami mohon maaf atas keterlambatan distribusi LPG," ujarnya.
Cicik menekankan, keselamatan awak kapal dan muatan menjadi prioritas utama.
Meski distribusi terganggu, pihak agen akan terus memantau kondisi cuaca dan segera melanjutkan pengiriman saat laut mulai bersahabat.
"Kami terus memantau cuaca. Begitu kondisi membaik, kapal pengangkut LPG akan segera berlayar. Saat ini, kapal sudah terisi 1.120 tabung LPG 3 kg, 75 tabung LPG 5,5 kg, dan 75 tabung LPG 12 kg," jelas Cicik.
Situasi ini berpotensi mempengaruhi ketersediaan LPG di wilayah Sabang, terutama untuk rumah tangga dan kebutuhan komersial.
Warga diimbau untuk bersabar menunggu distribusi normal kembali.*
(dh)