TAPSEL – Satuan Tugas (Satgas) Yonzipur I/Dinas Divisi (I/DD) berhasil memasang jembatan bailey sebagai jalur penghubung antardesa di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Jembatan ini menjadi jalur alternatif utama yang menghubungkan Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, dengan Desa Batu Satail, Kecamatan Sipirok.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, mengatakan pemasangan jembatan dilakukan di lokasi terdampak banjir, yang sebelumnya merusak lapisan aspal dan akses jalan masuk hingga 24 meter.
Baca Juga: Terpencil dan Terlupakan, Desa di Tapanuli Selatan Ini Masih Gelap Total Setelah Banjir "Meski pangkal dan badan jembatan beton masih aman, jalur ini belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup," ujar Asrul, Rabu (7/1/2026).
Pemasangan jembatan bailey dilakukan di bawah komando Lettu Czi Suyono dengan melibatkan 22 personel Satgas Yonzipur I/DD.
Jembatan yang dibangun memiliki konfigurasi 8 petak tipe 1-1, panjang bentangan 24 meter, lebar 3,75 meter, serta kapasitas beban hingga 10 ton.
Selain pemasangan jembatan, personel Satgas menyiapkan tenda sementara untuk tinggal, menata area kerja, dan membuat rambu jembatan agar proses pemasangan berjalan aman, tertib, dan lancar.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat kembali normal secepat mungkin. Kami berkomitmen terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana, baik melalui jalur darat maupun udara," tambah Asrul.
Dengan hadirnya jembatan bailey ini, diharapkan distribusi logistik dan mobilitas warga di dua desa yang terdampak banjir bisa pulih dan aktivitas sehari-hari kembali lancar.*
(at/ad)