MAGELANG — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Eddy Hartono, menyatakan radikalisasi anak muda kini berlangsung lebih cepat melalui ruang digital.
Media sosial dan game online digunakan jaringan terorisme untuk mendoktrin generasi muda hanya dalam waktu tiga hingga enam bulan.
Eddy Hartono menyebut, jaringan terorisme seperti Jamaah Islamiyah dan Ansharut Daulah sebelumnya membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk memengaruhi seseorang.
Baca Juga: Wamenkum Eddy Hiariej Klarifikasi: Penyadapan Tanpa Izin Pengadilan Adalah Hoaks Namun, kecanggihan teknologi membuat proses ini jauh lebih singkat.
"Saat ini, di ruang digital, tidak butuh waktu lama. Tiga-enam bulan orang langsung teradikalisasi," kata Eddy saat memberikan keterangan di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (6/1).
Menurut Eddy, perekrutan dilakukan melalui platform digital yang akrab digunakan anak muda, termasuk media sosial dan game online.
Simpatisan kelompok radikal aktif mendekati generasi muda di ranah hiburan digital.
Data Densus 88 Antiteror Polri menunjukkan, pada November 2025, sebanyak 110 anak berusia 10–18 tahun dari 23 provinsi diduga telah direkrut oleh jaringan terorisme melalui media digital.
Dua tersangka dewasa yang berperan sebagai perekrut telah ditangkap di Sumatera Barat dan Jawa Tengah.
BNPT kini memperkuat program kontra-radikalisasi dengan melibatkan berbagai lembaga, termasuk BIN, BAIS TNI, BSSN, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.
Satgas Kontra-radikalisasi memantau aktivitas mencurigakan di dunia maya untuk memastikan ruang digital aman dari pengaruh terorisme.
"Program ini berada di bawah naungan Satuan Tugas Kontra-radikalisasi untuk memastikan ruang digital kita aman dari pengaruh terorisme," ujar Eddy.*