MEDAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara memperbarui data korban bencana banjir dan longsor yang melanda provinsi ini.
Hingga Selasa (6/1/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia tercatat 371 orang, sementara 58 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, menyampaikan bahwa data ini bersifat sementara dan masih terus divalidasi melalui proses pencarian di lapangan.
Baca Juga: Bobby Nasution Kebut Pendataan Pascabencana untuk Percepat Penyaluran Bantuan Daerah terdampak terparah adalah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 128 korban meninggal dan 35 orang hilang, disusul Kabupaten Tapanuli Selatan (93 meninggal, 20 hilang), serta Kota Sibolga (55 meninggal).
Kabupaten Tapanuli Utara, Deli Serdang, Langkat, Humbang Hasundutan, dan Kota Medan juga melaporkan korban jiwa, sementara korban tersebar hingga Kabupaten Pakpak Bharat, Nias, Nias Selatan, dan Kota Padangsidimpuan.
Selain korban jiwa, BPBD mencatat 205 orang mengalami luka-luka, dengan total warga terdampak mencapai 1.803.549 jiwa.
Saat ini sebanyak 13.059 warga masih berada di pengungsian.
BPBD menegaskan bahwa data korban bersifat fluktuatif dan dapat berubah seiring proses pencarian dan verifikasi lapangan yang masih berlangsung. Bencana banjir dan longsor telah melanda 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara.*
(dh)