ACEH TAMIANG– Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, akses air bersih menjadi masalah krusial bagi masyarakat terdampak.
Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Teknik Universitas Al-Washliyah (Univa) Medan bekerja sama dengan Rumah Briket membangun satu unit sumur bor beserta fasilitas pendukung di Dusun Karya, Desa Sriwijaya, Kabupaten Aceh Tamiang.
Founder Rumah Briket sekaligus penggiat lingkungan, Ir. Rena Arifah Simbolon, M.Si, menjelaskan, bantuan yang diberikan mencakup satu unit sumur bor, satu mesin pompa air, satu tandon berkapasitas 1.100 liter, dan satu genset.
Baca Juga: UGM Bangun 100 Huntara di Aceh Utara: Warga Terlibat Langsung dalam Proses Konstruksi Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang sebelumnya terbatas akibat banjir.
"Ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Fakultas Teknik Univa Medan dan Rumah Briket di tengah masyarakat. Semoga bantuan ini mempermudah warga dalam memenuhi kebutuhan dasar air bersih pasca bencana," ujar Rena, Sabtu (3/1/2026).
Rena juga menekankan pentingnya uji kualitas air sebelum dikonsumsi. Air yang diambil dari sumur bor akan ditampung di tandon selama dua hingga tiga hari, kemudian diuji di laboratorium untuk memastikan layak minum dan mandi.
Selain itu, Rena berharap pemerintah setempat dapat memasang panel tenaga surya untuk menyalakan pompa air sehingga warga tidak harus bergantung pada BBM. "Kita mencarikan dana ini dari teman-teman dan warga bantu warga. Semoga pemerintah dapat mendukung dengan panel surya agar keberlanjutan air bersih lebih terjamin," kata Rena.
Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa dan dosen FT Univa Medan serta kolaborasi dengan komunitas Rumah Briket, guna mendukung percepatan pemulihan pasca banjir dan membantu kebutuhan dasar warga terdampak.*
(dh)