JAKARTA — Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia resmi membuka seleksi terbuka untuk pengisian jabatan Calon Hakim Konstitusi dari unsur Mahkamah Agung Tahun Anggaran 2026.
Seleksi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut ketentuan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, yang terakhir diubah melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020.
Melalui mekanisme seleksi terbuka, MA menegaskan komitmennya pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi, dalam setiap tahapan proses seleksi.
Baca Juga: Kemenag Pastikan Direktorat Jenderal Pesantren Segera Dibentuk, Tinggal Tunggu Keppres Satu formasi Hakim Konstitusi dibuka khusus untuk Hakim Agung atau Hakim Tinggi di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.
Calon yang diharapkan adalah sosok berintegritas tinggi, kepribadian tidak tercela, adil, berjiwa negarawan, serta menguasai bidang konstitusi dan ketatanegaraan.
Persyaratan substantif yang ditetapkan meliputi status Warga Negara Indonesia, memiliki gelar Doktor (S3) di bidang hukum, usia minimal 55 tahun, sehat jasmani dan rohani, bebas dari pidana penjara, serta tidak sedang dinyatakan pailit.
Sebagai langkah penguatan integritas, pelamar diwajibkan melampirkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dua tahun terakhir, Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak, dan surat pernyataan resmi dari pengadilan atau instansi berwenang.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi MA di https://rekrutmen.mahkamahagung.go.id mulai 2–15 Januari 2026, dengan seluruh berkas administrasi diunggah lengkap sesuai ketentuan.
Tahapan seleksi dimulai dengan pengumuman pada 2 Januari 2026, dilanjutkan seleksi administrasi hingga 23 Januari, dan pengumuman hasil administrasi pada 26 Januari.
MA juga membuka ruang partisipasi publik melalui penyampaian pendapat masyarakat pada 26 Januari–26 Februari 2026 melalui kanal pengawasan https://siwas.mahkamahagung.go.id.
Para calon yang lolos administrasi akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) serta wawancara pada 3–5 Maret 2026.
Pengumuman hasil seleksi akhir dijadwalkan pada 9 Maret 2026.