JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren akan segera direalisasikan.
Saat ini, Kemenag hanya menunggu diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres) sebagai tahap formal terakhir.
Hal ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin Upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-80 di Lapangan Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga: ‘Hutan Kayu’ di Ponpes Darul Mukhlisin Berhasil Dibersihkan, Aktivitas Santri Segera Normal Menurut Nasaruddin, secara internal Kemenag telah menyiapkan seluruh kebutuhan pembentukan Ditjen Pesantren, mulai dari struktur kelembagaan, fasilitas pendukung, hingga kurikulum.
"InsyaAllah dalam waktu dekat ini kita tinggal menunggu Keppres-nya. Internal kami sudah siap, fasilitasnya sudah siap, kurikulumnya juga sudah siap. Tinggal formalitas dari atas," ujarnya.
Menteri Agama menekankan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa.
Alumni pesantren disebut berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan karakter bangsa pascakemerdekaan.
"Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Alumni-alumni pesantren ini lah yang berdarah-darah dan berkeringat, bersama para pejuang lainnya, untuk memerdekakan negeri ini. Karena itu, wajar jika negara memberikan perhatian khusus kepada pesantren," jelas Nasaruddin.
Dengan pembentukan Ditjen Pesantren, posisi kelembagaan pesantren akan naik menjadi unit eselon I, sehingga pembinaan, pengembangan, dan penguatan pesantren dapat dilakukan secara lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan.
Meski demikian, Nasaruddin mengakui proses pembentukan Ditjen ini membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian PAN-RB, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian Sekretariat Negara, hingga persetujuan Presiden.
"Ini memang tidak sederhana karena melibatkan banyak kementerian. Tetapi seluruh prosesnya berjalan simultan. Kita optimistis dalam waktu dekat bangsa ini akan merasakan makna kehadiran pesantren yang lebih kuat dan lebih lincah bermanuver di masa depan," kata Nasaruddin.
Selain penguatan kelembagaan, Kemenag juga berkomitmen mengaktualkan nilai-nilai ajaran agama agar relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi.