JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang terdampak banjir di Sumatera telah kembali terhubung sepenuhnya.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BNPB, Jumat (2/1/2026).
"Untuk pemulihan akses, kemarin sudah kami sampaikan bahwa jalan dan jembatan nasional ini sudah pulih, sudah terhubung secara umum 100 persen," ujar Abdul Muhari.
Baca Juga: Saharuddin Tegaskan Bela Marwah Golkar, Tolak PLT Ketua DPD PGSU Sumut yang Diduga Cacat Administrasi Ia menambahkan, pemerintah kini mulai mengalihkan fokus pemulihan ke jalan dan jembatan penghubung antarwilayah di tingkat kabupaten dan kota.
BNPB memanfaatkan jembatan darurat jenis Bailey dan Aramco untuk menghubungkan titik-titik akses yang terputus akibat banjir dan longsor.
Di Sumatera Barat, jembatan Bailey tahap kedua akan dipasang di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Solok, Agam, dan Padang Pariaman.
"Ini adalah jembatan Bailey tahap dua yang saat ini sudah mulai digeser personel dan perangkat yang akan dipasang," kata Abdul Muhari.
Selain itu, jembatan Aramco menjadi alternatif pemulihan akses yang pemasangannya relatif cepat.
Proses pemasangan jembatan Aramco sudah berlangsung di beberapa titik Sumatera Barat, termasuk di Pasaman Barat yang saat ini progresnya telah mencapai sekitar 46 persen.
Di Kabupaten Agam, beberapa titik penghubung juga mulai diperbaiki.
Seperti penghubung Nagari Malalak ke Nagari Malalak Timur sekitar 20 persen, Maninjau 10 persen, Jorong Sungai Rangeh dan Panji 10 persen, serta Jembatan Kampung Jambu sekitar 6 persen.
Abdul Muhari menegaskan, langkah serupa akan diterapkan di Sumatera Utara dan Aceh setelah seluruh jalur nasional di kedua provinsi dipastikan pulih.