LABUAN BAJO, NTT – Ribuan umat Katolik berkumpul di Waterfront Marina Labuan Bajo, Jumat sore (2/1/2026), untuk menyalakan 1.000 lilin dan mendoakan keluarga pelatih Valencia B. Fernando Martin Carreras, korban kapal tenggelam di Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat.
Acara dimulai pukul 17.30 WITA dengan doa Rosario yang dipimpin Romo Hermen Sanusi. Pada pukul 19.00 WITA, lilin-lilin dinyalakan bersama oleh umat dan keluarga korban, sebagai simbol harapan dan empati bagi keluarga yang sedang berduka.
"Semua yang hadir di sini, baik umat, biarawan/biarawati, maupun imam, ingin menegaskan bahwa kita sungguh berempati dan ikut berbela rasa atas apa yang mereka alami saat ini," ujar Romo Hermen.
Baca Juga: Karya Seniman Indonesia Laris di Pasar Global, Lukisan Raden Saleh Termahal Selain memberikan dukungan moral, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendoakan tim SAR, KSOP, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian korban kapal KM Putri Sakinah.
"Kami berharap mereka yang hilang bisa segera ditemukan. Lilin-lilin ini adalah lambang harapan dan cinta kami," lanjut Romo Hermen.
Sejak tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025, tim SAR Maumere bersama 152 personel dari berbagai instansi terus melakukan penyisiran di laut dan daratan Pulau Padar.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyebut operasi pencarian menggunakan 17 alat utama (alut) dan fokus pada area potensial.
Hingga kini, pencarian masih berlangsung dan upaya doa bersama ini diharapkan memberikan kekuatan moral bagi keluarga korban dan tim penyelamat.*
(k/dh)