MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana banjir dan longsor, Jumat (2/1/2026), dan beralih ke masa transisi.
Meski demikian, Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menegaskan pencarian korban hilang tetap berlanjut.
"Pada saat tanggap darurat, anggaran difokuskan untuk keselamatan jiwa. Di masa transisi, fokus bergeser ke penanganan pascabencana, termasuk ekonomi rumah tangga dan lahan pertanian," kata Bobby di Medan.
Baca Juga: Enam Pekerja Tertimbun Tanah Longsor di Sumedang, 4 Meninggal "Bukan berarti pencarian korban dihentikan. Sebagian masih bekerja di tanggap darurat, sebagian masuk area pemulihan," tambahnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat hingga Jumat pagi, jumlah korban meninggal dunia mencapai 366 orang, sementara 59 orang masih hilang.
Korban tewas terbanyak tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah (127 orang) dan Tapanuli Selatan (89 orang).
Bencana banjir dan longsor melanda 19 kabupaten/kota di Sumut. Sebanyak 209 orang dilaporkan terluka, 14.430 orang masih mengungsi, dan 1.803.549 orang terdampak secara keseluruhan.
Data korban masih fluktuatif dan dapat bertambah seiring proses pencarian.
Gubernur Bobby mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait tetap waspada, mendukung upaya pencarian korban, dan memanfaatkan masa transisi untuk mempercepat pemulihan pascabencana.*
(ds/dh)