MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution resmi menghentikan status tanggap darurat bencana di provinsi tersebut.
Menurut Bobby, Sumut kini memasuki masa transisi pascabencana.
"Insyaallah kita masuk ke fase transisi," ujar Bobby Nasution, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Arahan Presiden: Atap Huntara Harus Nyaman, BNPB Siap Ganti Material Status tanggap darurat sebelumnya telah diperpanjang dua kali, terakhir hingga 31 Desember 2025.
Dalam fase transisi ini, pemerintah fokus pada percepatan pemulihan kebutuhan korban, mulai dari rumah, infrastruktur, hingga UMKM terdampak banjir bandang dan longsor.
Bobby menekankan, pemenuhan kebutuhan menjadi prioritas utama.
"Masa transisi ini berlangsung selama tiga bulan, hingga akhir Maret 2026. Semua kebutuhan korban yang sudah terdata akan menjadi fokus utama," jelasnya.
Data terbaru mencatat sebanyak 19 kabupaten/kota terdampak bencana, dengan korban meninggal 366 orang dan 59 orang masih hilang.
Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp 18,48 triliun dan masih berfluktuasi.
Rinciannya, kerugian sektor infrastruktur jalan dan jembatan mencapai Rp 2,63 triliun, irigasi dan bendungan Rp 912,46 miliar, pertanian Rp 1,48 triliun, perkebunan Rp 535,01 miliar, perumahan Rp 2,78 triliun, UMKM Rp 4,48 triliun, sekolah Rp 550,6 miliar, kesehatan Rp 361,83 miliar, rumah ibadah Rp 219,5 miliar, serta sektor pasar, perbankan, kantor TNI/Polri dan pemerintah Rp 3,1 triliun.
Bobby berharap transisi ini dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak, sekaligus memulihkan ekonomi dan infrastruktur Sumut pascabencana.*
(ds/dh)