JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kemajuan signifikan dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hingga saat ini, sebanyak 1.050 unit huntara telah terbangun, mulai terlihat fisiknya di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pengerjaan terus dikebut siang dan malam agar warga terdampak dapat segera menempati hunian layak.
Baca Juga: Wagub Aceh Sambut Gubernur Kaltim, Bawa Bantuan Rp1,5 Miliar untuk Korban Banjir BNPB menargetkan seluruh huntara selesai dalam 1,5 bulan ke depan, sebelum awal bulan suci Ramadan.
"Dengan optimasi ini, di awal Ramadan nanti warga sudah bisa pindah ke huntara semuanya," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (2/1/2026).
Secara total, BNPB bersama Satgas TNI dan mitra terkait berencana membangun 13.000 unit huntara.
Kecepatan pengerjaan menjadi fokus utama, di mana simulasi lapangan menunjukkan sekitar 600 unit berhasil diselesaikan hanya dalam delapan hari.
Menanggapi tinjauan Presiden Prabowo Subianto, yang mengevaluasi penggunaan atap seng karena menimbulkan panas di dalam ruangan, BNPB menyatakan kesiapannya untuk melakukan penyesuaian.
Arahan Presiden menekankan penambahan komponen peredam panas atau material alternatif agar hunian nyaman bagi warga terdampak.
Saat ini, sebanyak 23 kabupaten/kota telah beralih dari tanggap darurat ke fase pemulihan. Pemerintah akan fokus pada rekonstruksi, pembersihan kawasan, dan pencairan dana tunggu hunian.
BNPB juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk penyaluran santunan ekonomi dan penyediaan perabotan rumah tangga, agar pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat terdampak berjalan lebih cepat.*
(mt/dh)