DOLOKSANGGUL, HUMBANG HASUNDUTAN — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) resmi menutup masa tanggap darurat pasca bencana banjir dan longsor.
Selanjutnya, Pemkab akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penetapan status transisi tanggap darurat menuju tahap pemulihan.
Bupati Humbahas, Oloan Nababan, menegaskan bahwa meski masa tanggap darurat berakhir, perhatian pemerintah terhadap masyarakat terdampak tidak berhenti.
Baca Juga: ‘Hutan Kayu’ di Ponpes Darul Mukhlisin Berhasil Dibersihkan, Aktivitas Santri Segera Normal "Masa transisi darurat ke pemulihan bencana menjadi tahapan penting untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, pelayanan publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat," ujarnya, Jumat, 2 Januari 2026.
Sebelumnya, Oloan Nababan meninjau pembangunan jembatan bailey penghubung antara Desa Sampetua dan Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, pada Rabu (31/12/2025).
Ia menyatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi akses vital untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Dalam rapat evaluasi masa tanggap darurat, Bupati Oloan menekankan perlunya langkah strategis pada masa transisi, termasuk percepatan pembangunan jembatan permanen.
Ia menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk segera menyusun proposal ke pemerintah pusat agar konektivitas antar wilayah dapat pulih secara berkelanjutan dan lebih aman bagi masyarakat.
"Masyarakat bisa segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal, sementara pembangunan infrastruktur menjadi prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi dan sosial di Kabupaten Humbahas," tutup Oloan Nababan.*
(tm/dh)