JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berperan aktif dalam pembangunan hunian sementara atau huntara bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan dukungan yang diberikan meliputi pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik pembangunan huntara.
Pada tahap awal, BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan huntara tahap pertama.
Baca Juga: 213 Ribu Rumah Rusak Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera "Hunian sementara ini menjadi solusi krusial bagi saudara-saudara kita di Aceh yang kehilangan tempat tinggal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).
Anggoro menegaskan, keterlibatan BSI tidak hanya terbatas pada layanan perbankan, melainkan memastikan masyarakat memiliki pondasi yang kuat untuk bangkit kembali.
Huntara yang dibangun juga memenuhi standar layak huni dan mencakup ekosistem kehidupan lengkap agar warga penerima dapat kembali produktif.
Setiap unit huntara dirancang modular untuk mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kualitas.
Fasilitas pendukung seperti listrik gratis, akses air bersih, drainase yang baik, hingga Wi-Fi gratis disediakan untuk mendukung akses informasi dan ekonomi digital masyarakat.
Secara nasional, Danantara bersama BP BUMN menargetkan penyelesaian 600 unit huntara pada 8 Januari 2026, dengan target pembangunan 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.
"BSI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga masyarakat Aceh benar-benar pulih," tutur Anggoro.*
(k/dh)