BANDA ACEH – Sejak akhir November 2025, sebanyak 61 relawan dari luar negeri telah memasuki Aceh untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, menjelaskan bahwa mayoritas relawan berasal dari Malaysia, sementara lima orang di antaranya datang dari China membawa peralatan khusus untuk pendeteksian jenazah yang terkubur di tanah.
"Mereka membawa bantuan kesehatan dan alat pendeteksian jenazah," ujar Tato, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: RSUD Zainal Abidin Aceh Siaga 24 Jam, Tangani Korban Banjir dan Longsor Relawan asing ini umumnya berada di Aceh selama satu hingga dua pekan sebelum kembali ke negara asal mereka.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebelumnya telah menerima tim medis dari organisasi Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia ke Aceh Tamiang pada 11 Desember 2025.
Tim tersebut membawa obat-obatan dan berbagai jenis bantuan untuk pengungsi terdampak banjir dan longsor.
"Kita usahakan semaksimal mungkin, mana yang dibutuhkan oleh rakyat, kita tetap sediakan. Sembako, obat-obatan, dan lain sebagainya," kata Muzakir.
Ia menambahkan, bantuan internasional tetap diterima sebagai bentuk kemanusiaan.
Kehadiran relawan internasional di Aceh menunjukkan adanya kolaborasi kemanusiaan lintas negara, yang menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana dan pemulihan wilayah terdampak.*
(ds/dh)