TAPANULI SELATAN – Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan permukiman dan mengganggu aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Universitas Aufa Royhan (UNAR) hadir memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Baca Juga: Bobby Nasution Siapkan Program Reboisasi Pascabencana untuk Pulihkan Hutan Rusak Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, tim menyalurkan paket logistik berupa bahan pangan, hygiene kit, dan pakaian layak pakai kepada masyarakat di Desa Bandar Tarutung dan Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (08/12/2025).
Bantuan ini disalurkan langsung kepada warga dengan pengawasan perangkat desa setempat.
Ketua Umum GEMMA PETA INDONESIA, Ronald Harahap, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial sivitas akademika.
"Universitas Aufa Royhan berperan aktif menyalurkan bantuan dan membuka posko kemanusiaan. Ini menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan ditanamkan kepada mahasiswa," ujar Ronald, Rabu (31/12/2025).
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Dr. Haslinah, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan moral agar warga tetap semangat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Masyarakat yang menerima bantuan menyambut baik inisiatif ini. Paket pangan, hygiene kit, dan pakaian dianggap sangat membantu, terutama bagi keluarga yang masih berada di pengungsian dan belum dapat kembali beraktivitas normal.
Kolaborasi antara DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Ronald Harahap berharap kampus-kampus di Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan terus mendorong mahasiswanya untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.*