MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan bantuan korban bencana dari luar daerah tidak ditahan dan siap memfasilitasi pengirimannya secara cepat, meskipun terjadi kesalahan teknis dalam proses pengiriman.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Saragih, mengatakan Pemprov Sumut menerima bantuan melalui posko darurat bencana dan mendistribusikannya ke daerah terdampak.
Langkah ini juga mencakup pengiriman bantuan ke Provinsi Aceh.
Baca Juga: Korban Bencana Sumut Meningkat: 371 Tewas, 70 Masih Hilang "Untuk proses pengirimannya, kita dari Pemprov Sumut siap mengirim bantuan ini ke Aceh Tamiang, termasuk membayar biaya kontainer yang sebelumnya dibebankan oleh PT Pelni kepada Relawan Gimbal Alas Jatim," ujar Tuahta, Senin (29/12/2025) di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut.
Tuahta menjelaskan, ada total 12 kontainer yang dikirim, 10 kontainer dari BPBD Jatim untuk Sumut dan dua kontainer milik Relawan Gimbal Alas Malang yang ditujukan ke Aceh.
Saat tiba di Medan, bantuan itu dibawa ke Gedung Serbaguna Pemprov, dan pihaknya siap menanggung biaya pengiriman agar bantuan sampai ke daerah tujuan.
Ia menegaskan Pemprov Sumut bertanggung jawab membantu pengiriman meskipun awalnya tidak mengetahui dua kontainer milik Relawan Gimbal Alas adalah untuk Aceh.
"Intinya, bantuan ini akan segera dikirim ke daerah terdampak bencana di Aceh," tambahnya.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Operasional PT Pelni Wilayah Medan, Asisten Pemerintah dan Kesra Basarin Tanjung, para relawan Gimbal Alas, serta pihak terkait lainnya.
Ketua Umum Yayasan Mapel Indonesia berharap kejadian serupa tidak terulang, mengingat bantuan berasal dari masyarakat yang peduli.
Pemprov Sumut terus bekerja menerima dan mendistribusikan bantuan dari berbagai daerah, mengingat dampak bencana yang cukup luas dan berkepanjangan.*
(dh)