JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya telah menerjunkan total 10.759 personel untuk membantu penanganan banjir di wilayah Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Penambahan terbaru sebanyak 1.500 personel diharapkan mempercepat proses evakuasi dan bantuan di daerah terdampak.
"Total saat ini sudah ada 10.759 personel, dan kita telah menyiapkan tambahan bila ada tugas lanjutan di lapangan," ujar Kapolri Listyo dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12).
Baca Juga: Seluruh RSUD Pascabencana Sudah Beroperasi, Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan dan Pendidikan Pulih Personel kepolisian yang diterjunkan memiliki tugas mulai dari pembersihan rumah warga, sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas publik lainnya.
Selain itu, Polri juga menyiapkan sejumlah fasilitas darurat untuk mendukung pemulihan pasca-bencana.
Menurut Listyo, pihaknya telah membangun 29 dapur lapangan, 38 posko kesehatan, serta 145 titik sumur bor.
Distribusi air bersih pun dioptimalkan dengan 32 mobil tangki, 400 tangki air bersih tambahan, dan 1.431 unit jet pump.
Penambahan sumur bor sebanyak 564 titik juga direncanakan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.
Polri juga menyalurkan bantuan pangan berupa 227 ton beras dan logistik lainnya sebanyak 150,4 ton.
"Heli dan pesawat tetap standby untuk distribusi logistik, dan hingga saat ini, distribusi logistik yang telah dilaksanakan mencapai 150,41 ton," pungkas Kapolri.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah cepat aparat keamanan dalam menangani bencana banjir yang sudah berlangsung selama sebulan terakhir, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.*