MEDAN – Dalam upaya menanamkan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kota Medan menggelar pembinaan dan sosialisasi Agama Khonghucu di Hotel Alam Hota Medan, Jalan AR Hakim, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan rutin ini mengangkat tema "Internalisasi Ajaran Agama Khonghucu dalam Kehidupan", yang bertujuan membentuk masyarakat berbudi pekerti baik.
Ketua Matakin Kota Medan, Js. Alwin, menghadirkan narasumber Nyoman Sumantra, S.Pd., M.Sos., yang menyampaikan materi penguatan karakter dan ajaran moral.
Baca Juga: Gubernur Bali Wayan Koster Hadiri Pujawali Pura Luhur Pucak Padang Dawa, Perkuat Spiritualitas dan Budaya Dalam pemaparannya, Nyoman Sumantra menekankan lima ajaran pokok Konghucu, yaitu:- Ren (Cinta Kasih) – Landasan utama dalam setiap tindakan.- Yi (Kebenaran) – Menuntun dalam bersikap adil.- Li (Kesusilaan) – Pedoman kesopanan dan etika.- Zhi (Kebijaksanaan) – Memberi wawasan dalam mengambil keputusan.- Xin (Kepercayaan) – Dasar kejujuran dan integritas.
"Kelima ajaran ini menjadi fondasi dalam kebijakan, keputusan, dan tindakan untuk mencapai tujuan bersama. Landasan pertama yang harus kokoh adalah cinta kasih," ujar Nyoman Sumantra.
Ketua Matakin Medan, Js. Alwin, menambahkan, masyarakat diimbau terus mengingatkan diri untuk berbuat kebajikan dan mengembangkan budi pekerti.
"Pokok ajaran Konghucu mengajarkan kita menyelamatkan dunia melalui moral dan etika. Setiap individu diarahkan menyempurnakan hati dan pikirannya agar tercipta keseimbangan dan harmoni," katanya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya aktif Matakin Kota Medan dalam menumbuhkan kesadaran spiritual, etika, dan moral masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai luhur Konghucu.*
(ad)