TAPSEL– TNI bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) menyalurkan mesin penjernih air kepada warga korban bencana di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Sumatera Utara.
Mesin ini berfungsi mengubah air kotor menjadi air bersih yang layak dikonsumsi, sehingga membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kadet Program Studi Teknik Sipil FTTP Unhan, Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, menjelaskan sistem penjernihan air ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan.
Baca Juga: Akhir 2025 Diwarnai Bencana, Iyay Mirza Gelar Istighosah Kubro Bersama Habib Husein Ja’far di Masjid Raya Al Bakrie Tabung utama berbahan fiber reinforced plastic (FRP) dilengkapi lapisan media penyaring seperti manganese ferrolit, manganese zeolit, karbon aktif, dan silika untuk menyingkirkan logam, kekeruhan, bau, warna, serta zat pencemar organik.
"Air hasil filtrasi kemudian diproses menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) dan penyinaran ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya," kata Marcus.
Menurutnya, sistem ini mampu menghasilkan lebih dari 20.000 liter air bersih per hari, termasuk 4.000–5.000 liter air siap konsumsi.
Kehadiran mesin penjernih air ini diapresiasi Kepala Desa Batu Hula.
"Terima kasih telah memberikan fasilitas mesin penjernih air. Alat ini sudah berfungsi dan airnya bisa langsung diminum. Sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk 1.700 jiwa pengungsi," ujarnya.
Selain efisien dari sisi biaya, teknologi hasil kolaborasi TNI dan Unhan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana sekaligus menjadi solusi cepat dalam penyediaan air bersih di daerah terdampak.*
(vo/ad)