JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan hingga Sabtu (27/12), total korban jiwa mencapai 1.138 orang, sementara 163 orang masih dinyatakan hilang.
"Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti, termasuk di akhir pekan dan malam hari, untuk mencari korban hilang," kata Abdul Muhari saat konferensi pers daring.
Baca Juga: Pemprov Sumut Terima Bantuan Logistik Tahap III dari Kementan dan Bapanas, Siap Didistribusikan ke 14 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Menurutnya, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait bekerja keras mempercepat proses pemulihan di ketiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Abdul menjelaskan, di kawasan pemukiman, kemungkinan penemuan jasad semakin mengecil.
Namun, pencocokan data korban secara "by name by address" terus dilakukan untuk memastikan hak-hak ahli waris terkait hunian sementara (huntara), relokasi, santunan, dan bantuan lain dapat diberikan secara tepat sasaran.
Dalam hal infrastruktur, akses jalan dan jembatan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara kini relatif pulih. Di Provinsi Aceh, terdapat perkembangan signifikan di dua koridor utama.
Koridor lintas timur yang menghubungkan Banda Aceh dan Medan telah bisa dilewati setelah sebelumnya terdapat 13 ruas jalan yang terputus.
Dengan demikian, jalur lintas timur dan lintas barat kini fungsional, memperlancar distribusi logistik dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
BNPB menegaskan, meski sebagian wilayah sudah kembali terkoneksi, proses pemulihan dan penanganan korban tetap menjadi prioritas utama, termasuk penyaluran bantuan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan bagi warga yang masih terdampak.*
(km/ad)