TAPANULI TENGAH – Kerugian sementara akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) diperkirakan mencapai Rp 5,4 triliun.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, meminta tambahan dana khusus dari pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
"Kerugian sementara yang kami hitung mencapai Rp 5,4 triliun, meliputi fasilitas umum, perkantoran, jalan, jembatan, sawah, pasar, dan lain-lain," ujar Masinton di Kantor Bupati Tapteng, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga: BMKG Waspadai Bibit Siklon 96S: Gelombang Tinggi & Hujan Lebat Mengancam Pesisir Selatan Masinton menekankan bahwa APBD Tapteng tidak mampu menanggung biaya pemulihan sendirian.
Ia memperkirakan, jika pemerintah pusat menambah dana Rp 2 triliun per tahun, proses recovery masih membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.
"Harapan kami adalah pemerintah pusat memberikan atensi dalam hal penganggaran agar Tapteng bisa pulih, mulai dari infrastruktur, perekonomian, hingga persawahan sebagai ladang penghidupan masyarakat," kata Masinton.
Menurutnya, sekitar 70 persen lahan persawahan masyarakat rusak parah, tertimbun longsoran dan banjir bandang.
Pemerintah daerah berencana mencetak kembali sawah untuk memulihkan mata pencaharian warga.*
(ds/dh)