MANDAILING NATAL – Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, terus berlangsung meski aparat kepolisian setempat hadir di lokasi.
Warga menilai pengusaha tambang ilegal seolah tidak takut pada aparat dan mendapat perlindungan tertentu.
Seorang warga bermarga Nasution menyatakan, aktivitas tambang ilegal di wilayahnya sudah berlangsung luar biasa.
Baca Juga: Kodim 1611/Badung dan DLHK Gelar Karya Bhakti Bersihkan Pantai Kuta "Kalau pengusaha tambang ilegal di wilayah ini, tidak takut sama aparat. Polsek Batang Natal saja didepan matanya alat berat beroperasi, namun tetap saja dibiarkan. Warga sudah tidak percaya lagi pada Polsek Batang Natal," ujar Nasution, Jumat (26/12/2025).
Nasution menambahkan, upaya sosialisasi penghentian aktivitas tambang yang dilakukan Polsek hanya sebatas formalitas dan belum ada bukti penindakan yang nyata.
Ia berharap TNI turun tangan seperti di wilayah lain yang memiliki masalah serupa.
"Kalau TNI juga tak mau, ya berati tak ada lagi harapan dalam hal penindakan tambang emas ilegal ini," kata Nasution.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas tambang emas ilegal berdampak pada lingkungan.
Aliran Sungai Batang Natal berpindah akibat pengerukan sedimen material pasir yang mengandung emas, sehingga sejumlah ruas jalan terancam amblas.*
(dh)