JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta agar 2.600 hunian tetap yang akan dibangun untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dipastikan aman dari potensi banjir dan tanah longsor.
Pembangunan hunian tersebut dilakukan pemerintah bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.
Permintaan itu disampaikan Maruarar saat memimpin rapat pembahasan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, Kamis (25/12/2025).
Baca Juga: Peringatan Tsunami Aceh ke-21, Wagub Fadhlullah Sambut Hangat Kedatangan UAS di Bandara Sultan Iskandar Muda Rapat digelar secara luring dan daring, serta dihadiri sejumlah menteri dan kepala daerah.
Hadir dalam rapat itu antara lain Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Maruarar menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang bersedia bergotong royong dalam pembangunan hunian tetap.
Ia juga mengapresiasi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang tetap bekerja meski di tengah libur keagamaan.
"Tolong dipersiapkan lokasi-lokasi untuk hunian tetap yang secara teknikal tidak banjir, aman dari potensi longsor, tidak jauh dari fasilitas umum, dan jelas secara hukum. Jangan memilih lokasi yang merusak lingkungan," ujar Maruarar.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan hunian tetap sangat bergantung pada kecepatan dan kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan lahan yang sesuai.
Menurutnya, pembangunan hunian melalui skema gotong royong ini harus mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan demi kepentingan masyarakat terdampak bencana.*
(d/ad)