BENER MERIAH – Jembatan Tenge Besi yang terletak di Desa Gemasih, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, kini resmi kembali dapat dilintasi kendaraan setelah rampung diperbaiki.
Infrastruktur vital ini sempat putus total akibat diterjang banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan bahwa normalisasi jembatan menjadi langkah krusial untuk memulihkan aktivitas masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi daerah.
Baca Juga: KemenHAM: Mandeknya Perpres Stranas HAM 3 Tahun Ikut Picu Banjir Sumatera! "Terhubungnya kembali Jembatan Tenge Besi ini membawa harapan baik bagi masyarakat. Proses distribusi logistik ke wilayah pedalaman, khususnya Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, kini kembali lancar tanpa hambatan," ujar M. Nasir, Rabu (24/12/2025).
Jembatan Tenge Besi menjadi urat nadi bagi para petani di dataran tinggi Gayo.
Selama akses terputus, pendistribusian hasil pertanian terhambat, yang berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat.
Dengan pulihnya akses, arus transportasi hasil bumi kini kembali lancar, mempercepat pemulihan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi, menegaskan kondisi arus lalu lintas saat ini aman dan lancar.
Namun, ia mengingatkan agar ketahanan jembatan dijaga bersama.
"Pengendara tetap dihimbau memperhatikan muatan kendaraan demi menjaga ketahanan jembatan jangka panjang. Apabila hujan deras atau malam hari, perjalanan sebaiknya ditunda kecuali mendesak," jelas Mawardi.
Pemulihan Jembatan Tenge Besi menjadi simbol kesiapan pemerintah daerah dalam memastikan akses transportasi vital tetap aman, mendukung mobilitas warga, dan memperkuat ekonomi lokal pasca-bencana.*