MEDAN — Pemerintah Kota Sibolga resmi mengakhiri operasi pencarian korban hilang akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah itu sejak 25 November 2025.
Penutupan dilakukan setelah tim gabungan menemukan jenazah terakhir korban, seorang bocah perempuan berusia 12 tahun, di belakang Masjid Budi Sehati, Kelurahan Pancuran Sibolga Sambas, Selasa sore, 23 Desember 2025.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Pemerintah Kota Sibolga, Melky Sianturi, membenarkan penemuan tersebut sekaligus menandai berakhirnya seluruh proses pencarian korban.
Baca Juga: Pasca Banjir Bandang, Pengungsi Aceh Tamiang Mendesak Bantuan Selimut dan Kelambu "Jenazah terakhir sudah ditemukan. Pencarian resmi kami tutup," kata Melky, Rabu, 24 Desember 2025.
Korban diketahui bernama Sofia, yang ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB setelah upaya pencarian selama 29 hari.
Lokasi penemuan berada di kawasan dengan kontur tanah terjal dan tertimbun material longsor, sehingga proses evakuasi dilakukan secara manual tanpa alat berat.
Data resmi Pemerintah Kota Sibolga mencatat bencana tersebut menyebabkan 55 orang meninggal dunia, 61 orang luka-luka, dan 660 warga mengungsi, dengan dampak tersebar di 7 titik banjir dan 52 titik longsor.
Angka tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan bencana di Posko Utama Tanggap Darurat Kota Sibolga.
Seiring ditemukannya seluruh korban, pemerintah daerah kini memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, yang dimulai sejak 24 Desember 2025.
Fase ini mencakup rehabilitasi infrastruktur, pemulihan kehidupan sosial-ekonomi warga, serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
"Bencana memang telah mereda, tetapi dampaknya masih terasa. Pemulihan akan dilakukan secara bertahap, baik sementara maupun permanen," tulis Pemko Sibolga dalam keterangan resminya.
Jenazah Sofia telah dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi dan pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.*