JAKARTA — Bencana alam banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak pada persiapan penyelenggaraan Haji 2026, terutama terkait pelunasan biaya haji oleh calon jamaah di tiga wilayah tersebut.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut total calon jamaah dari ketiga provinsi itu sekitar 20.000 orang.
Ia mengungkapkan kekhawatiran terkait progres pelunasan biaya haji, yang menurut data terkini, baru mencapai: Sumatera Barat sekitar 60 persen, Sumatera Utara 60 persen, dan Aceh sekitar 50 persen.
Baca Juga: 20 Advokat Baru di Banda Aceh Disumpah, Ketua PT: Jadilah Advokat Progresif "Tiga lokasi itu, sekitar 20.000-an, rata-rata. Itu yang kita agak khawatir. Tapi kita tetap berupaya sesuai jadwal. Jika nanti jadwal tidak terpenuhi, Komisi VIII DPR RI telah memberikan payung hukum agar kita bisa mengambil kebijakan berbeda," ujar Gus Irfan usai rapat tertutup dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025.
Menhaj menegaskan, jika hingga batas waktu pelunasan pertengahan Januari 2026, calon jamaah di wilayah terdampak tetap belum bisa membayar, kuota haji akan dialihkan ke provinsi lain dan mereka akan dipersiapkan untuk berangkat pada 2027.
Kekhawatiran tersebut muncul karena bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi calon jamaah di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Pemerintah tetap berupaya melakukan sosialisasi dan pendampingan agar pelunasan bisa berjalan lancar.*
(sn/ad)