TAPANULI SELATAN — Tim Kampus Posko Siaga Bencana Universitas Aufa Royhan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Aksi Peduli Sehat: pembagian paket hygiene sanitasi dan makanan bergizi, Senin, 22 Desember 2025, di Desa Batu Horing, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Desa tersebut merupakan salah satu wilayah terdampak bencana yang membutuhkan intervensi awal untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), sebagai bagian dari program pengabdian yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Bus TNI AL Tabrakan dengan Truk di Tol Medan, 12 Prajurit Luka Tim pelaksana terdiri dari empat dosen, yakni Yanna Wari Harahap, M.P.H, Ns. Febrina Angraini Simamora, M.Kep, Bd. Lola Pebrianthy, M.Keb, dan Ahmad Riza, M.M, serta melibatkan sepuluh mahasiswa.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penguatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.
Bentuk kegiatan meliputi:- Pembagian makanan bergizi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dasar masyarakat terdampak.- Distribusi paket hygiene sanitasi untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mencegah risiko penyakit pascabencana.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan koordinasi pemerintah desa dan tokoh masyarakat, memastikan bantuan tepat sasaran.
Warga Desa Batu Horing menyambut positif kegiatan tersebut, menyebut paket makanan dan hygiene sangat membantu pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus memberikan dukungan moral.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim Kampus Posko Siaga Bencana merencanakan penyediaan sarana air bersih siap minum melalui sistem pengolahan air berbasis membran ultrafiltrasi, guna menjamin air layak konsumsi bagi masyarakat.
Secara umum, kegiatan PKM ini berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak bencana.
Program ini diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi dalam penanggulangan dampak bencana dan pemulihan kesehatan masyarakat melalui pengabdian yang berkelanjutan.*