JAKARTA – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) resmi membentuk Satgas GPIB Peduli untuk menanggapi kerawanan bencana di Indonesia.
Langkah ini diambil mengingat posisi Indonesia yang rawan gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, serta bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Pembentukan satgas tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) 025/SK/DPP GPIB/XII/2025, yang ditandatangani Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang dan Sekretaris Jenderal GPIB Drs. Abdul Hapid, SH, MH pada 21 Desember 2025.
Baca Juga: BMKG: Gempa di Tanimbar Dipicu Aktivitas Lempeng Banda, Tidak Berpotensi Tsunami Ketua Satgas dijabat oleh Miftahur Rahman, S.Pd, M.Si, dibantu Wakil Ketua Dicky Arisandi, S.IT.Kom, dan Irwan Hadisuwarno, S.S. Posisi sekretaris, bendahara, serta anggota satgas turut dilengkapi sejumlah nama profesional dan aktivis pendidikan.
Ir. Agung Karang menekankan urgensi pembentukan satgas ini. "Baru-baru ini terjadi bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Padang, Sumatera Barat.
Kami terdorong untuk menggalang bantuan bagi anak-anak sekolah yang terdampak, mulai dari seragam, sepatu, hingga peralatan sekolah," ujar Agung Karang, Minggu (21/12/2025).
Ketua Satgas GPIB Peduli, Miftahur Rahman, menjelaskan langkah konkret yang akan dijalankan.
"Kami akan memulai penggalangan dana melalui konser amal yang dijadwalkan Februari mendatang. Hasil donasi akan dibelikan peralatan sekolah dan disalurkan ke siswa terdampak bencana, dimulai dari Provinsi Aceh," katanya.
Satgas GPIB Peduli ini diharapkan menjadi wadah resmi bagi GPIB untuk melakukan aksi sosial yang berfokus pada pendidikan dan bantuan bagi korban bencana, baik dari sisi individu peserta didik maupun literasi pendidikan secara umum.*
(dh)