SUMATERA BARAT — Banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat telah menelan 248 korban jiwa, dengan jumlah terbanyak tercatat di Kabupaten Agam sebanyak 156 orang.
Data itu diumumkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 17.00 WIB.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 82 orang hilang dan 9.078 warga mengungsi akibat bencana yang melanda wilayah tersebut. Rincian korban meninggal berdasarkan kabupaten terdampak antara lain:
Baca Juga: Banjir Bandang Batang Toru, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih -Agam: 156 orang-Padang Pariaman: 27 orang-Padang Panjang: 17 orang-Kota Padang: 11 orang-Pasaman Barat: 4 orang-Belum teridentifikasi: 33 orang
Sementara itu, jumlah korban hilang terbanyak berasal dari Kabupaten Agam (49 orang), Padang Panjang (28 orang), dan Pasaman Barat (3 orang).
BNPB juga mencatat total korban jiwa dari tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencapai 1.090 orang.
Korban yang masih hilang sebanyak 186 orang, sementara pengungsi mencapai 510.528 jiwa.
Pemerintah bersama Kementerian Pekerjaan Umum tengah mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor di Sumatera.
Upaya ini menjadi prioritas untuk memastikan akses warga terdampak tetap lancar.
"Data terbaru ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam penanganan darurat dan mitigasi bencana. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem yang dapat memicu longsor dan banjir susulan," kata Abdul Muhari.*
(k/dh)