MEDAN – Akses menuju Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali normal setelah sempat lumpuh akibat banjir dan longsor yang terjadi beberapa minggu lalu.
Penyumbatan aliran Sungai Aek Godang dan Sungai Sigotom oleh kayu dan material longsor menyebabkan air meluap ke jalan, sehingga menghambat mobilitas warga.
Kini jalur tersebut telah dibersihkan dengan bantuan alat berat oleh gabungan relawan, BPBD, BNPB, polisi, TNI, dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Banjir Bandang Seret Pipa Air Panas, Wisata Guci Terdampak "Sudah beberapa hari ini alat berat membersihkan Sungai Sigotom dan Aek Godang. Sekarang aliran sungainya lancar, air tidak lagi meluap ke jalan, mobil pun sudah bisa lewat," kata Adian Siregar, warga Kelurahan Tukka, Sabtu (20/12/2025).
Normalisasi akses jalan mempermudah distribusi bantuan ke Kecamatan Tukka. Namun, kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian warga.
Meskipun sudah tersedia toren air di setiap dusun, suplai masih belum mencukupi.
Selain itu, alat berat juga digunakan untuk membersihkan rumah dan lingkungan warga dari material longsor.
Marlina, warga Dusun Gotom, berharap pengerukan dapat dipercepat agar pemulihan pascabanjir lebih cepat.
Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin (24/11/2025) sebelumnya menelan 133 korban jiwa, 38 orang hilang, dan 27 orang luka-luka.
Penanganan darurat dan normalisasi akses jalan menjadi prioritas utama pemerintah dan relawan untuk mempercepat bantuan bagi masyarakat terdampak.*
(k/dh)