LANGKAT – Meski banjir di 14 desa dan kelurahan Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah surut, warga Desa Harapan Makmur masih mengungsi.
Hal ini dikarenakan banyak rumah rusak diterjang arus deras pada Rabu, 26 November 2025.
Camat Sei Lepan, Muhammad Iqbal Ramadhan, mengatakan bahwa warga mengungsi bukan karena air masih merendam, tetapi kondisi rumah yang hancur.
Baca Juga: Peringatan Hari Ibu ke-97 di Bali, Putri Koster Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan "Hari ini kami fokus membantu pengungsi mendapatkan tempat tinggal yang layak dan bantuan logistik," ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Pemerintah setempat juga mengantisipasi banjir susulan.
Perbaikan bendungan pecah di Desa Lama menjadi prioritas agar air tidak meluap hingga Kecamatan Babalan, terutama saat hujan rintik-rintik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Langkat, Khairul Azmi, menyebutkan perbaikan infrastruktur pascabanjir sedang berjalan.
"Tanggul dan jembatan sementara yang rusak telah diperbaiki. Untuk proyek besar menunggu dana Jitupasna dari pusat, diprediksi turun awal 2026," jelasnya.
Azmi menambahkan, pemerintah kabupaten akan menangani infrastruktur kecil, sedangkan tanggung jawab proyek besar berada di pihak pusat.
Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan dan meminimalkan risiko bencana susulan bagi warga terdampak.*
(tm/dh)