BANDA ACEH– Polda Aceh membangun 23 sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polri mempercepat penanggulangan dan pemulihan pascabencana.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan Polri agar masyarakat tetap memiliki akses air bersih yang layak.
Baca Juga: Sumut: 1.006 Rumah untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor Dibangun Tahun Depan "Hingga saat ini, 23 titik sumur bor telah aktif dan dapat dimanfaatkan warga," ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Pada Jumat, 19 Desember, tujuh sumur bor baru digali di lokasi strategis, termasuk masjid, sekolah, dan pusat aktivitas masyarakat.
Di antaranya Masjid Miftahul Jannah Dusun Mesjid Desa Payah Rahat, Masjid Istiqamah Kampung Suka Mulya, serta Sekolah Dasar Suka Mulia Paya Raja.
Marzuki Ali Basyah menyebutkan pembangunan sumur bor tidak berhenti di 23 titik.
Ke depan, Polda Aceh menargetkan hingga 300 sumur bor tersebar di 216 desa pada 12 kecamatan, dengan prioritas masjid, musala, puskesmas, sekolah, dan fasilitas umum lain.
"Keberadaan sumur bor ini diharapkan mempercepat pemulihan masyarakat, serta mendukung aktivitas ibadah, pendidikan, dan pelayanan kesehatan," tambahnya.
Kapolda menegaskan, kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam meringankan beban pascabencana.*
(dh)