MEDAN— Pemerintah pusat akan membangun 1.006 unit rumah bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut).
Pembangunan difokuskan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara, dengan prioritas rumah yang hilang akibat bencana.
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyebut pembangunan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Baca Juga: Dicopot Bahlil dari Ketua Golkar Sumut, Ijeck Belum Terima Surat Resmi: Saya Percaya Ketua Umum Punya Rencana Besar "Kita sudah mengkategorikan rumah rusak berat, ringan, dan ada yang rumahnya hilang. Yang hilang kita prioritaskan di tahap awal," kata Bobby, Sabtu, 20 Desember 2025.
Bobby menambahkan, tahap awal pembangunan rumah ditargetkan selesai pada awal tahun depan. Selanjutnya, rumah rusak berat dan ringan akan dibangun.
Pihak pemerintah daerah telah memeriksa lahan di tiap kabupaten agar pembangunan dapat segera dimulai dan masyarakat yang mengungsi dapat menempati hunian tetap.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 24 November 2025 di 19 kabupaten/kota Sumut menelan korban 370 orang meninggal, 72 hilang, 933 luka-luka, dan 17.759 orang mengungsi.
Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat sebagai wilayah terdampak terparah, diikuti Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara.*
(k/dh)