JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menerjunkan 543 personel tanggap bencana dan 43 tenaga medis untuk membantu warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, tim ini terdiri dari dokter, perawat, serta relawan yang bekerja langsung di lapangan.
Mereka menjangkau wilayah sulit diakses seperti Takengon dan Aceh Tengah, menggunakan kendaraan roda dua hingga berjalan kaki.
Baca Juga: BPBD Update Korban Banjir dan Longsor Sumut: 366 Meninggal, 75 Hilang, 20.877 Mengungsi "Respons kemanusiaan ini dijalankan agar kegiatan bantuan dapat menyentuh seluruh warga terdampak, termasuk di daerah terpencil," ujar Saidah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Dalam fase darurat, Baznas mengoperasikan 54 dapur umum dan 135 titik distribusi logistik, menyalurkan 47.675 porsi makanan siap santap per hari, atau lebih dari satu juta porsi selama 23 hari.
Selain itu, Baznas mendistribusikan 13.988 paket logistik keluarga, 88.200 liter air bersih, dan 1.500 paket hygiene kit.
Di sektor kesehatan, Baznas membuka 44 pos layanan medis yang telah melayani 3.801 pasien, dilengkapi enam pos dapur air dan tiga unit satelit internet untuk komunikasi darurat.
Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi prioritas penanganan.
Memasuki tahap pemulihan, Baznas menyiapkan pembangunan rumah modular lengkap dengan fasilitas hunian, tempat ibadah, ruang kelas, dan ruang bersama warga.
Program ini dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat.
Baznas terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, dan relawan lain untuk menjangkau lebih banyak wilayah terdampak serta memantau kebutuhan warga di pengungsian.
Masyarakat juga dapat berkontribusi melalui kanal donasi Baznas untuk mendukung percepatan pemulihan korban bencana.*