JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian pangan di seluruh wilayah Indonesia sebagai pelajaran dari bencana yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Hal ini disampaikan dalam pengarahan kepada Kepala Daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
"Bencana yang terjadi di Sumatera memberi pelajaran bahwa jika komunikasi putus, desa, kecamatan, dan kabupaten harus bisa bertahan sendiri," ujar Prabowo.
Baca Juga: Update Darurat: Jumlah Korban Jiwa Banjir dan Longsor Sumatera Capai 1.053 Orang Presiden menegaskan, konsep lumbung desa yang pernah ada pada zaman dahulu perlu dihidupkan kembali.
Setiap desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi harus memiliki lumbung pangan untuk menjamin ketahanan pangan lokal.
"Ini adalah pelajaran nenek moyang kita. Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk. Setiap kabupaten harus bisa swasembada pangan," katanya.
Prabowo menyoroti kondisi geografis Indonesia yang luas dan tantangan logistik yang tinggi.
Ketergantungan antarwilayah, menurutnya, menyebabkan disparitas harga pangan.
Misalnya, harga beras bisa berbeda drastis antara daerah penghasil dan daerah yang bergantung pasokan dari luar.
"Maka kita dipaksa oleh alam untuk masing-masing wilayah mengejar swasembada pangan. Di mana bisa punya sawah, mari kita tanam padi, di daerah lain kembangkan jagung, sagu, atau singkong," lanjutnya.
Presiden juga mengingatkan pentingnya meneladani kearifan lokal yang diwariskan nenek moyang.
Menurutnya, pola penyimpanan pangan dan lumbung desa yang ada sejak ribuan tahun lalu adalah kunci survival bangsa.