BANDAH ACEH, – Warga Banda Aceh dan Aceh Besar masih menghadapi kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok energi.
Antrian panjang di pangkalan LPG ukuran 12 kg dan 5,5 kg masih terlihat di sejumlah titik, termasuk Jalan Sudirman dan Lam Bung, Kecamatan Meraksa, meski masyarakat telah antre sejak subuh.
"Sampai pagi ini, kami belum mendapatkan gas 12 kg," kata Juliadi, salah seorang warga yang antre.
Baca Juga: Bencana dalam Islam: Ustaz Hermansyah Adnan Jelaskan Tiga Pesan Penting bagi Umat Kepala beberapa pangkalan mengungkapkan keterbatasan pasokan dari distributor.
Fokus penyaluran kini hanya ke gas ukuran 3 kg, yang jumlahnya pun terbatas
Akibatnya, sebagian warga terpaksa kembali menggunakan tungku kayu untuk memasak.
Nita, warga Pekan Bada, mengatakan, "Dampak banjir dan longsor sangat dirasakan seluruh masyarakat Aceh. Gas langka, listrik padam. Kami hanya berharap pemerintah segera menyalakan listrik dan memberi informasi yang jelas, bukan janji yang tak pasti."
Di sejumlah wilayah seperti Pekan Bada, listrik padam total selama lima hari terakhir.
Gelap gulita menyelimuti pemukiman, hanya kedai kopi yang menggunakan genset tetap terang.
Bahkan, akses internet tersendat, membuat aktivitas jurnalis di Sekber Jurnalis Aceh terhambat karena hanya bisa menumpang cas perangkat elektronik.
"Semua serba sulit, mulai memasak sampai mengakses berita," kata Mardhiah, warga Lamteh, Aceh Besar.
Hingga kini, warga masih menunggu pasokan energi dan pemulihan listrik dari pemerintah, sementara dampak pasca-banjir terus dirasakan di hampir seluruh wilayah Aceh.*