DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan second level domain bali.id di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya – Art Centre, Denpasar, pada Kamis (11/12). Peluncuran ini menjadi langkah strategis memperkuat identitas digital Bali sekaligus menegaskan jati diri Bali di ruang digital global.
Acara dihadiri oleh perwakilan Kominfo Digital (Komdigi), jajaran Universitas Udayana, pimpinan dan staf PANDI, akademisi, praktisi IT, pelaku industri kreatif, komunitas digital, penyuluh bahasa Bali, serta media dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa bali.id bukan sekadar domain baru, tetapi representasi branding Bali yang modern dan kuat, tanpa meninggalkan akar budaya.
Baca Juga: TPA Suwung Tutup 23 Desember, Koster Ingatkan Dua Daerah Siap Tanpa Pembuangan Akhir "Peluncuran bali.id adalah bentuk nyata kedaulatan budaya Bali (cultural sovereignty) di dunia digital," ujarnya.
Domain ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan mendukung enam bidang prioritas pembangunan Bali 2025–2030, khususnya sektor Ekonomi Kreatif dan Digital serta program Bali Pulau Digital. Dengan bali.id, UMKM, desa adat, talenta muda, akademisi, dan pelaku industri kreatif dapat mempresentasikan karya serta jati diri Bali secara global dengan tetap berlandaskan kearifan lokal.
Gubernur Koster juga menekankan pentingnya aksara Bali dalam domain ini sebagai simbol kehadiran budaya Bali di dunia maya.
"Aksara Bali kini tidak hanya dikenal di Bali, tetapi juga dapat muncul di ruang digital global," ujarnya.
Selain itu, Koster mengumumkan langkah strategis berikutnya: pendaftaran Geographic Top-Level Domain (gTLD) .BALI ke ICANN, yang akan menempatkan Bali sejajar dengan wilayah dunia yang memiliki domain geografis seperti .tokyo, .paris, dan .nyc.
Rektor Universitas Udayana, yang diwakili Kepala LPPM I Nyoman Suarsana, menyampaikan dukungan penuh dan menekankan bahwa aksara Bali menjadi aksara pertama di Indonesia yang memperoleh legitimasi di ruang digital nasional.
Ketua PANDI, John T. Simanjuntak, menegaskan bahwa bali.id adalah jembatan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya, serta ruang digital untuk menampilkan karakter Bali. PANDI menargetkan pemanfaatan aksara Bali secara masif, termasuk di sekolah-sekolah, sekaligus mendorong standarisasi aksara Bali di Unicode.
Dengan peluncuran bali.id, Bali memasuki fase baru transformasi digital berlandaskan budaya, di mana domain ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, inovasi, pelestarian, dan pemberdayaan masyarakat Bali menuju era digital global yang berkarakter dan berdaya saing.*
(dh)