PADANGSIDIMPUAN – Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) mengajak seluruh jamaah dan masyarakat luas untuk menghadiri Zikir Akbar dan Doa Bersama bagi korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Kegiatan ini akan digelar pada Kamis, 11 Desember 2025, di Barak Kopjend 37, Kelurahan Losung Batu, Kota Padangsidimpuan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian PPITTNI terhadap rentetan bencana banjir bandang, tanah longsor, hingga kerusakan permukiman yang menyebabkan ribuan masyarakat mengungsi.
Baca Juga: PERWASI Tapsel Suarakan Jeritan Korban Bencana Sumatera, Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional Melalui zikir dan doa bersama, PPITTNI berharap hadirnya ketenangan batin dan kekuatan spiritual bagi warga yang terdampak.
Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Buya Syekh Muhammad Ali Idris, mengimbau seluruh unsur organisasi, dari pusat hingga daerah, untuk memakmurkan kegiatan itu.
"Melihat bencana yang terjadi di beberapa daerah, kami mengajak seluruh keluarga besar PPITTNI untuk bersatu dalam zikir dan doa. Semoga Allah SWT memberikan keselamatan bagi bangsa dan menolong saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujarnya.
Imbauan tersebut ditujukan kepada Dewan Guru, Dewan Mursyid, DPP PPITTNI, DPW Sumut, DPC PPITTNI se-Sumut, hingga para murid PPITTNI di wilayah Sumut, Sinaboy, dan Tangga Batu.
PPITTNI juga membuka pintu bagi masyarakat umum untuk mengikuti rangkaian doa bersama.
Wali Kota, para bupati, serta pejabat daerah lainnya diharapkan turut hadir sebagai bentuk dukungan moral.
Acara akan dimulai setelah Magrib dan berlangsung hingga malam hari. Rangkaian kegiatan antara lain- Shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan wirid, zikir, dan doa bersama.- Shalat Isya berjamaah, diteruskan dengan wirid, zikir, dan doa.- Shalat sunat Hajat, Tobat, dan Witir, diikuti zikir dan doa bersama.
Jamaah yang memiliki jas resmi PPITTNI diminta mengenakannya sebagai simbol kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, PPITTNI berharap munculnya energi spiritual untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjadi ikhtiar batin agar berbagai bencana yang melanda Sumatera segera berlalu.*