ACEH TAMIANG – Personel Satuan Brimob Polda Aceh dikerahkan untuk mengawal proses penormalan jaringan listrik pascabanjir di wilayah Aceh Tamiang.
Kehadiran aparat kepolisian di lapangan bertujuan memastikan aktivitas teknis dari petugas PLN berjalan aman dan tanpa hambatan, mengingat kondisi medan yang masih tergenang serta infrastruktur yang terdampak cukup berat.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, mengatakan pengamanan terhadap petugas penormalan listrik menjadi langkah penting untuk mempercepat pemulihan suplai listrik bagi warga yang terdampak banjir, baik yang berada di pengungsian maupun yang kembali ke permukiman.
Baca Juga: Bahlil Minta Maaf soal Klaim Listrik Aceh Pulih 97 Persen, PLN Ungkap Kerusakan Masif "Personel Brimob kita tempatkan untuk memberikan pengamanan dan dukungan penuh bagi tim PLN. Kehadiran Polri di lapangan sangat dibutuhkan agar proses penormalan listrik dapat berjalan dengan aman dan efektif," ujar Joko, Selasa, 9 Desember 2025.
Menurut Joko, listrik merupakan kebutuhan vital pada masa pemulihan, terutama untuk penerangan, akses komunikasi, hingga mendukung operasional layanan publik di posko-posko tanggap darurat.
Karena itu, Polda Aceh berkomitmen mengawal seluruh proses hingga suplai listrik kembali stabil di seluruh wilayah terdampak.
Dari pihak PLN, perwakilan resmi menyampaikan apresiasi atas dukungan pengamanan yang diberikan Brimob Polda Aceh.
Sinergi itu dinilai mempercepat pekerjaan teknis dan meminimalkan risiko gangguan selama proses penormalan.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan pengamanan dari Brimob. Sinergi ini membuat kami dapat bekerja lebih cepat dan aman. Semoga penormalan listrik di seluruh wilayah terdampak dapat segera selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal," ujar perwakilan PLN.
Dengan kerja sama antara Polri, PLN, dan perangkat daerah lainnya, pemerintah berharap pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi.*
(dh)