JAKARTA — Pemerintah Indonesia mendorong kerja sama strategis dengan China dalam pengembangan ekosistem industri transmigrasi.
Langkah ini disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menghadiri China (Hubei)–Indonesia Economic and Trade Investment Cooperation Promotion Conference di Hubei, China, Selasa, 14 Oktober 2025.
Dalam forum tersebut, Iftitah memperkenalkan Kampus Patriot, pusat pendidikan vokasi dan riset yang dirancang sebagai motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi.
Baca Juga: Kementrans Dorong Transmigrasi Sebagai Modal Pembangunan dan Gaya Hidup Sehat "Setiap kawasan transmigrasi akan memiliki Kampus Patriot sebagai pusat vokasi dan riset untuk melatih tenaga kerja lokal dalam keterampilan teknis, industri, dan digital guna mendukung investasi," kata Iftitah dalam keterangan resmi, Selasa (9/12/2025).
Kampus Patriot merupakan elemen penting dalam konsep Transmigrasi 5.0, model pembangunan transmigrasi modern yang mengintegrasikan perumahan, industri, dan pengembangan SDM dalam satu ekosistem ekonomi terpadu.
Setiap kampus diharapkan menjadi pusat inovasi dan teknologi yang menyesuaikan kebutuhan industri di masing-masing wilayah transmigrasi.
Iftitah menilai kolaborasi dengan China selaras dengan rekam jejak perusahaan-perusahaan konstruksi besar negara tersebut, termasuk Gezhouba Group, yang telah memberdayakan puluhan ribu tenaga kerja lokal di berbagai negara.
"Kemajuan hanya bermakna bila rakyat ikut naik bersama," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan transmigrasi kini berpindah fokus, tidak lagi sekadar relokasi penduduk, melainkan membangun kapasitas manusia dan peradaban baru di daerah tujuan.
"Forum ini menjadi langkah awal menuju masa depan industri bersama antara Indonesia dan China. Kita tidak hanya membangun proyek, tetapi membangun masa depan," ujar Iftitah.*
(k/dh)