KUALA SIMPANG — Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, mengajak seluruh personel Polri dan masyarakat terdampak untuk tetap tegar dan bersinergi dalam menghadapi dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa bencana merupakan bagian dari takdir, namun bukan alasan untuk terpuruk atau pasrah tanpa tindakan.
Dalam pernyataannya, Muliadi menyampaikan bahwa ia memahami kondisi masyarakat dan personel Polri yang ikut terdampak.
Baca Juga: Aceh Tamiang Terendam Banjir, Dampak Lebih Dahsyat dari Tsunami 2004 Namun, situasi darurat menuntut semua pihak tetap sigap dan fokus pada pemulihan pascabanjir.
"Kami sangat maklum dengan kondisi yang kita alami usai bencana banjir. Namun, jangan terlena dengan keadaan. Kita harus bangkit dan kembali fokus pada pemulihan," ujar Muliadi, Minggu, 7 Desember 2025.
Kapolres menekankan pentingnya koordinasi yang efektif di lapangan untuk memastikan proses penanggulangan dan pemulihan berjalan terarah.
Seluruh personel diharapkan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat, bukan sekadar penerima dampak bencana.
"Diharapkan kepada seluruh anggota terdampak untuk bangkit. Jangan terbuai atau terlarut dalam kondisi yang ada. Kita harus menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat," tegas Muliadi.
Menurut Muliadi, kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir.
Pesan utamanya adalah ketegaran, sinergi, dan tindakan nyata untuk membangun kembali kondisi yang terdampak bencana.*
(dh)