BANDA ACEH – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan seluruh masyarakat di Provinsi Aceh kini sudah dapat berkomunikasi setelah pemasangan alat komunikasi di sejumlah titik terdampak bencana.
Pernyataan ini disampaikan Suharyanto dalam rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah Kementerian dan Lembaga terkait penanganan bencana di Sumatera.
Rapat tersebut membahas langkah-langkah pemulihan pasca banjir dan longsor yang melanda wilayah itu.
Baca Juga: Prabowo Minta Jajaran Hati-hati, Jangan Cari Untung Saat Darurat "Ini secara berangsur-angsur akan kita normalkan, sehingga masyarakat bisa berkomunikasi ke luar," kata Suharyanto dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (7/12/2025).
Ia menambahkan, internet Starlink dari berbagai kementerian dan masyarakat sudah digunakan untuk mempercepat pemulihan komunikasi.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menanyakan apakah kampung-kampung yang terisolasi sudah dapat dijangkau komunikasi.
Suharyanto menjawab, WiFi terbatas sudah tersedia di kantor-kantor pemerintah, seperti Kodim dan kantor Bupati, yang kini menjadi pusat pengumpulan masyarakat.
Selain menerima logistik dari pemerintah, warga juga memanfaatkan sinyal tersebut untuk memberi kabar kepada keluarga dan mengoordinasikan kebutuhan mendesak.
"Tentu saja masih kurang, ini akan terus kita dorong," ujarnya.
Menurut Suharyanto, jaringan komunikasi di 15 dari 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh sudah mulai pulih, sementara lima kabupaten/kota lainnya masih bergantung pada internet WiFi Starlink.
Lima wilayah tersebut adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
Pemulihan komunikasi ini diharapkan mempercepat distribusi bantuan, mempermudah koordinasi evakuasi, dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi penting terkait keselamatan pasca bencana.*