JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto memperbarui data korban bencana di wilayah Sumatera.
Dalam laporan kepada Presiden Prabowo Subianto pada rapat terbatas percepatan penanganan bencana, jumlah korban meninggal tercatat 921 orang, sementara 392 orang masih hilang per Minggu, 7 Desember 2025.
Dalam rapat yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Suharyanto juga melaporkan bahwa sebanyak 975 ribu warga mengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca Juga: Di Tengah Genangan Air, Aisyiyah Menyalurkan Harapan dan Bantuan Sebelumnya, BNPB sempat mencatat 940 korban meninggal, berdasarkan dashboard darurat bencana per pukul 17.00 WIB.
Koreksi dilakukan setelah verifikasi terbaru dari lapangan.
Presiden Prabowo menyoroti percepatan pemulihan infrastruktur, terutama jembatan yang menjadi akses utama bagi warga.
Ia menegaskan pembangunan jembatan bailey di Bireuen berjalan baik dan ditargetkan beroperasi dalam satu pekan ke depan.
"Saya mendapat laporan kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Banyak sawah rusak dan perumahan warga yang harus dibangun kembali," kata Prabowo dalam arahannya.
Rapat tersebut dihadiri jajaran kabinet, termasuk Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensos Saifullah Yusuf, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri PU Dody Hanggodo, Mendagri Tito Karnavian, serta Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Turut hadir Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan para kepala staf TNI.
Dengan lonjakan data terbaru, pemerintah menekankan pentingnya konsolidasi lintas lembaga untuk mempercepat evakuasi, pemulihan akses, hingga pemenuhan kebutuhan pengungsi di wilayah terdampak.*
(d/dh)