JAKARTA – Penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera memasuki tahap darurat. Sebanyak 30.864 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, serta pengamanan wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Prajurit yang diterjunkan tidak hanya berasal dari satuan di Pulau Sumatera, tetapi juga dari berbagai wilayah di Pulau Jawa," ujar Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen Osmar Silalahi, Minggu (7/12/2025).
Untuk mempercepat penanganan, TNI juga menyiagakan total 70 alutsista.
Baca Juga: Korban Bencana Sumatera Terima Bantuan Rp 5 Miliar dari PAN Rinciannya, 18 pesawat angkut termasuk A-400, Hercules, Casa, dan Caravan; 36 helikopter dari Angkatan Udara, Laut, dan Darat; 14 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI); serta 2 Angkut Dropping Republik Indonesia (ADRI).
Alutsista ini digunakan untuk mengangkut bantuan, evakuasi korban, serta personel ke lokasi-lokasi terdampak.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 6 Desember 2025, jumlah korban tewas akibat bencana ini telah mencapai 914 orang. Rinciannya, Aceh 359 orang, Sumatera Utara 329 orang, dan Sumatera Barat 226 orang.
Sementara korban hilang tercatat 389 orang. BNPB menegaskan operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung.
"Semua sumber daya TNI dikerahkan penuh untuk memastikan bantuan dan evakuasi berjalan cepat dan tepat sasaran," tegas Brigjen Osmar.
Bencana ini memicu kekhawatiran terkait akses transportasi, suplai air bersih, serta kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh operasi kemanusiaan berjalan efektif.*
(k/dh)