TAPANULI SELATAN – Sepekan sudah bencana banjir besar melanda Tapanuli Selatan, namun warga Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, masih belum tersentuh bantuan pemerintah.
Meski akses ke desa bisa dilalui semua jenis kendaraan, bantuan logistik dan layanan dasar belum datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel.
Kepala Desa Tolang Julu, Fuad Arrazi Daulay, mengaku kecewa atas lambannya respons Pemkab.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Garoga, Saksikan Jalan Terbelah dan Sungai Baru Akibat Banjir Bandang "Sampai sekarang belum ada bantuan dari Pemkab," ujarnya saat ditemui Kamis (4/12/2025).
Kondisi ini diperkuat oleh warga terdampak yang ditemui di lapangan. Mereka mengatakan, hanya organisasi masyarakat, keluarga dari Jakarta dan Pekanbaru, serta pihak swasta yang hadir menyalurkan bantuan.
"Belum ada bantuan dari Pemkab. Yang datang membantu kami sejauh ini hanya pihak swasta dan relawan," ujar salah seorang warga yang tetap bertahan di rumah kerabat.
Desa Tolang Julu termasuk salah satu wilayah terparah.
Data sementara mencatat 55 rumah rusak dan terendam banjir, 15 di antaranya rata dengan tanah. Puluhan hektare lahan pertanian, jalan desa, dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan parah.
Puluhan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi aman sementara.
Meski bantuan pemerintah belum tiba, warga menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.
Mereka bersama-sama membersihkan puing, mengevakuasi barang, dan membangun hunian darurat seadanya.
Situasi ini menimbulkan sorotan publik terkait lambannya respons Pemkab Tapsel.