BULELENG — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Koster, mendorong kader PKK Desa Petandakan untuk menciptakan kuliner khas desa sebagai upaya penguatan ekonomi lokal.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Aksi Sosial "Menyapa dan Berbagi" di Gedung Serbaguna Desa Petandakan, Buleleng, Selasa, 2 Desember.
Putri Koster menilai setiap desa perlu memiliki identitas kuliner yang mampu menjadi daya tarik sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Baca Juga: Putri Koster Dorong Posyandu Jadi Lembaga Desa Modern dengan 6 Bidang SPM Layanan Masyarakat Ia pun mengusulkan dodol durian sebagai makanan khas yang dapat dikembangkan oleh warga Petandakan.
"Desa Petandakan belum memiliki kuliner khas. Saya meminta warga mulai mengembangkan dodol durian sebagai makanan lokal yang bisa dipertahankan dan dikembangkan," ujarnya.
Selain mendorong kreativitas kuliner, istri Gubernur Bali periode 2018–2023 itu mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah, terutama sampah plastik.
Gerakan hidup bersih, menurut dia, merupakan cerminan karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya.
Melalui kampanye "Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain", PKK Provinsi Bali terus mempromosikan pengelolaan sampah sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 dan Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019.
Dalam kesempatan sama, Putri Koster yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, menjelaskan transformasi posyandu sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Posyandu kini berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang mencakup enam bidang layanan dasar: pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, dan sosial.
Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan TP PKK Provinsi Bali.
Bantuan tersebut dianggap sangat membantu masyarakat, terutama warga dengan kebutuhan kesehatan khusus.