JAKARTA, – Akses darat ke Kota Sibolga, Sumatera Utara, masih tertutup akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan itu.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengatakan bantuan logistik kini difokuskan melalui jalur udara dan laut.
"Jalur darat ke Sibolga hingga hari ketiga penanganan darurat masih belum bisa dilewati, tetapi distribusi logistik melalui udara sudah berjalan," ujar Suharyanto, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: TNI AL Kerahkan KRI dan Tenaga Medis untuk Bantu Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pengiriman bantuan dilakukan dengan enam pesawat dari Bandara Silangit dan melalui KRI TNI AL untuk jalur laut. Langkah ini diambil untuk memastikan suplai makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok tetap sampai ke korban terdampak.
Menurut Suharyanto, kondisi korban di Sibolga masih membutuhkan bantuan mendesak.
"Logistik di Kota Sibolga belum mencukupi, namun kami pastikan pengiriman terus berjalan secara berangsur melalui jalur udara," tambahnya.
BNPB juga merilis update terbaru jumlah korban.
Hingga saat ini, total korban meninggal dunia di Sumatera Utara mencapai 166 orang, meningkat dari laporan sebelumnya 116 orang.
Sementara itu, 143 orang masih dinyatakan hilang dan berasal dari delapan wilayah terdampak, termasuk Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Papak Barat, dan Mandailing Natal.
Suharyanto menekankan pentingnya koordinasi satgas gabungan, termasuk Basarnas, untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban.
"Pertolongan harus terus dilakukan agar korban segera ditemukan dan bantuan logistik dapat tersalurkan," ujarnya.
Upaya distribusi bantuan ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk meminimalkan dampak bencana dan mempercepat pemulihan warga terdampak di Sumatera Utara.*