BANDA ACEH - Dampak bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara membuat pasokan bahan pokok di Banda Aceh terganggu, mendorong kenaikan harga signifikan.
Di Pasar Al Mahira, harga cabai merah melambung hingga Rp 250.000 per kilogram, sedangkan bawang merah mencapai Rp 85.000 per kilogram.
Selain itu, beberapa komoditas sayur mayur yang biasanya didatangkan dari Takengon maupun Sumatera Utara, seperti kol, bunga kol, kentang, dan tomat, nyaris tidak tersedia di meja pedagang.
Baca Juga: Kapolda Aceh Pastikan Helikopter Polri Siap Diterbangkan untuk Evakuasi Banjir Kekosongan ini membuat pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan konsumen.
Menurut Pak Tarigan, salah satu pedagang, "Habis stok sayur mayur akibat jalan putus dan terhambat suplai dari Berastagi dan Takengon.
Kami berharap pemerintah Aceh segera mengatasi masalah ini."
Kondisi serupa juga terlihat pada kebutuhan pokok lain. Telur dan minyak goreng mulai menipis, sementara beberapa SPBU melaporkan stok BBM terbatas.
Antrian panjang terlihat di SPBU Jalan Sudirman, sedangkan SPBU Simpang Dodik sepi karena pengiriman minyak belum tiba.
Ibu Anita, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja, mengaku terdampak langsung oleh kenaikan harga ini.
"Naiknya harga sayur mayur sangat memberatkan, menambah beban rumah tangga, dan membuat sedih," katanya.
Kondisi ini menunjukkan dampak luas bencana terhadap distribusi logistik dan harga kebutuhan pokok, menuntut perhatian cepat pemerintah untuk memastikan pasokan kembali normal.*